Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang tua. Setiap orang tua, pasti menginginkan kehadiran seorang anak didalam kehidupan mereka. Saat anak lahir kedunia, tanggung jawab sebagai orang tua sangatlah besar untuk mengasuh anak. Setiap orang tua juga pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan berkembang dengan baik tanpa mengalami kekurangan satupun. Namun, di zaman yang serba teknologi sekarang, sayangnya banyak orang tua yang lupa akan peran penting mereka dalam mengasuh anak dengan benar. Banyak orang tua yang melupakan bahwa cara mereka mengasuh anak akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak sendiri, salah satunya adalah Speech Delay atau yang dalam bahasa umumnya adalah keterlambatan anak dalam berbicara.

tumbuh kembang anak
Pentingnya Interaksi Antara Orang Tua dan Anak

Disini saya ingin berbagi seputar speech delay pada tahap tumbuh kembang anak. Sekarang, banyak terjadi anak tumbuh menjadi kurang adanya interaksi antara orang tua. Seperti minimnya mengucapkan “mama”, “papa”, atau “ayah”, “bunda” atau benda-benda disekitarnya. Biasanya itu terjadi karena kurangnya interaksi antara orang tua dan anak yang seharusnya mengajarkan kata demi kata agak anak mampu mengolah kosakatanya untuk berbicara. Ini mengakibatkan kesiapan otak anak kurang dapat berkembang sebagaimana mestinya. Namun pada dasarnya, kesiapan otak setiap anak berbeda-beda dimana para orang tua tidak bisa menyamakan kemampuan setiap anak dengan anak lainnya.

Ada beberapa hal penting yang membuat anak terlambat berbicara seperti orang tua tidak terlalu sering untuk mengajarkan anak dengan kata-kata yang akan sering dia ucapkan atau kata-kata yang mudah untuk dia ucapkan. Membiarkan anak hanya bermain sendiri dengan mainannya akan mengurangi interaksi orang tua dan anak dalam memperkenalkan benda-benda di sekitarnya. Memperkenalkan teknologi kepada anak terlalu dini. Seiring berkembangnya teknologi, tentunya banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak mereka. Teknologi yang terlalu cepat untuk anak usia dini akan sangat berpengaruh terhadap rasa keingintahuan mereka terhadap lingkungan di sekitarnya. Ini mengakibatkan menjadi pasif, tidak banyak bicara dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Saya mempunyai sedikit contoh dalam kehidupan sehari-hari saya dimana ada perbedaan antara anak A dan anak B di lingkungan tempat saya tinggal. Anak A yang orang tuanya lebih aktif dalam mengikuti perkembangan anaknya menjadikan anak A sudah bisa mengucapkan sepatah dua patah kata diusianya yang baru 2 tahun. Namun lain halnya dengan anak B yang diusia yang sama dengan anak A, belum bisa mengucapkan sepatah dua patah kata dan anak B cenderung pasif. Apa yang menyebabkan anak B berbeda ternyata adalah karena orang tua anak B cenderung lebih memberikan anak mereka gadget yang mempunyai layar dengan warna yang beragam, dan karakter-karakter case gadget dengan bentuk lucu.

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar anak tidak mengalami speech delay dengan cara meningkatkan interaksi orang tua dengan anak, seperti :

  1. Mengenalkan anak kepada benda-benda disekitarnya. Ketika anak mampu memegang sesuatu atau tertarik kepada suatu benda, bantu dia perlahan-lahan bicarakan “apa benda tersebut” dan “apa fungsinya”. Orang tua juga bisa membantu anak dengan menunjukkan contoh nama-nama benda tersebut. Sederhananya bisa mengenalkan anggota keluarga dengan sebutan “mama”, “papa”, “kakek”, “nenek” atau lingkungan sekitar seperti “kakak” dan “adik”, bisa juga dengan menyebut nama mereka.
  2. Jangan memberikan teknologi terlalu dini kepada anak. Ini merupakan langkah yang harus diberikan oleh setiap orang tua kepada setiap anak mereka untuk mengurangi speech delay. Teknologi mungkin bagus untuk anak dan harus sudah diajarkan sedari kecil, namun untuk anak yang masih dibawah 5 tahun akan sangat riskan memberikan teknologi karena akan mempengaruhi kesiapan otak anak. Seharusnya, anak dibawah umur 5 tahun lebih ditekankan kepada lingkungan sosial agar mau berinteraksi.
tumbuh kembang anak
Pentingnya Interaksi Dengan Anak

Studi tentang speech delay di lingkungan sekitar sendiri sangat menarik perhatian saya karena faktor saya yang baru saja menjadi seorang ibu. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan dorongan yang positif agar anak bisa mengembangkan kemampuan bicaranya. Semua itu harus dimulai oleh para orang tua anak sedari dini.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

23 thoughts on “Mengetahui Tumbuh Kembang Anak Speech Delay”

  1. Anakku yang pertama sempat speach delay. Usia 2 tahun masih pakai bahasa monyet kalau kata saya.. aa uu ii. Kata yang benar hanya Mi untuk Ummi. Selidik punya selidik karena ART saya orangnya super kalem, jadi Abang tidak terlatih untuk bicara. Saya akhirnya coba pancing setiap pulang kerja dengan mengajak bermain menyebut kata. Ditambah saya pindahkan ke rumah papa yang artnya bawel luar biasa, anak saya baru deh bisa bicafra banyak. Kalau Adeknya skrg full sama saya, jadi ya bawelnya sudah dari usia 1 tahun.. xixixi.

  2. Yap, peran ortu super duper dibutuhkan untuk mengatasi speech delay pada anak.
    Dengan rajin komunikasi yg intensif dan efektif, diharapkan anak bisa menjalani fase tumbuh kembang dgn optimal yaaa

  3. Saya termasuk orang yang pendiam mbak, tapi sejak punya anak jadi cerewet, cerewet ngajak anak ngobrol. Tapi kalau sama orang lain, ya tetap lebih suka diam aja. Kadang merasa aneh sendiri, bisa punya bahan obrolan sama anak-anak, tapi susah cari bahan obrolan sama orang-orang sebaya.

  4. aku mungkin orang tua modern yang menerapkan cara kuno hehe. Kanda speechdelay sampai usia 4 tahun dan alhamdulillah kini nyerocos kek burung betet tanpa teraphi modern hehe

  5. Anak bungsu saya speech delay karena perkembangan motoriknya terlambat. Pada usia 10 bulan baru lehernya bisa tegak. Alhamdulillah sekarang usia 10 tahun, sudah ceriwis, belum bisa sebut R. Walaupun belum seperti anak sebayanya perkembangan bicaranya semoga bisa terkejar.
    Dini.id ini bisa membantu ayah dan bunda untuk menstimulasi anak mereka. 🙂

  6. Anaknya kakak saya agak speech delay karena terlalu dini dikenalkan dengan teknologi dan orang tuanya juga enggak gercep gitu mbak kalau anaknya speech delay. Kasian anaknya kalau diajak ngobrol sama anakku tuh kayak kurang nyambung jadinya. Emang interaksi antara ortu dan anak itu penting banget ya untuk mengatasi speech delay.

  7. Anakku sempat dicurigai speech delay, Mbak. Tapi alhamdulillah hanya malas saja..Pas begitu 2 ,5 tahun ngomongnya lancar dan gak sempat cadel. Mmg penting stimulasinya, meskioun anak diam ortu ttp kasih stimulasi

  8. Kakakku dulu smpai bawa anaknya k dokter tumbuh kembang anak. Padahal ya rajin ajak anaknya berinteraksi. Setelah beberapa kali terapi alhamdulillah udah ga ada masalah lagi sekarang.

  9. Aku dulu inget banget waktu mentherapy anakku yang kedua. Dan yang paling sabar adalah kakungnya.
    Jadi aku rasa, pihak ketiga selain orangtuanya ini penting dilibatkan. Agar anak paham bahwa memiliki lingkungan sosial yang membantunya berkomunikasi dengan bahasa yang tepat.

  10. Kuncinya emang di interaksi sih ya. Pemberian gadget ketika anak-anak masih kecil memang membuat pertumbuhan mereka terganggu, khususnya dalam hal bicara. Bakalan lebih intens menatap layar gadget dibandingkan bicara dengan orangtuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *